Penyakit Pada Burung kicau

6 min read

penyakit pada burung kicau- roizzul.com

Penyakit pada burung berkicau sangatlah beragam, mulai dari penyakit mata, gangguan pernafasan, burung stres dan penyakit lainnya. Oleh karena sobat pecinta burung harus mengetahui jenis penyakit pada burung berkicau dan cara mengatasi atau penanganan nya.

Apabila sobat pecinta burung memiliki peliharaan burung kicau, kalian harus betul-betul memperhatikan cara perawatan yang baik dan tepat. Supaya burung kicau peliharaan tidak mudah terkena penyakit yang dapat berakibat buruk untuk pertumbuhannya.

Penyebab utama burung kicau terkena penyakit ada dua faktor, yaitu pemberian makanan yang tidak tepat serta sembarangan dan faktor kedua yaitu kebersihan kandang atau sangkar.

Sebelum sobat pecinta burung mengetahui jenis penyakit pada burung kicau, alangkah baiknya ketahui ciri- ciri burung kicau yang sedang sakit. Berikut ciri-ciri burung kicau sedang sakit.

Ciri-ciri Burung Kicau Sedang Sakit

ciri ciri burung kicau sedang sakit
kompas.com

Burung kicau peliharaan yang sedang terkena penyakit bisa dilihat dari fisik dan perubahan sikapnya. Apabila burung terkena penyakit perubahan sikap sama halnya seperti manusia yaitu malas untuk makan dan minum.

Jika burung kicau yang sedang sakit kita harus segera memberikannya perawatan supaya tidak berakibat fatal yaitu burung menjadi mati. Maka dari itu kita harus tahu ciri-ciri burung kicau yang sedang sakit agar segera bisa mendapat perawatan yang tepat.

Berikut beberapa ciri-ciri fisik burung kicau sedang sakit yang wajib untuk kalian ketahui dan waspadai sebelum terlambat.

  1. Keluarnya cairan yang tidak wajar di bagian matanya.
  2. Dibagian hidung burung keluar cairan kental seperti ingus.
  3. Sayap dan bulu burung terlihat kusut dan tidak beraturan.
  4. Kotoran burung berubah jadi cair.
  5. Postur tubuh burung terlihat lemas dan lunglai tidak mempunyai daya.
  6. Terdapat perubahan kulit pada burung.
  7. Ada tonjolan di tubuh burung.

Ternyata apabila burung kicau sedang sakit dapat juga dilihat dari perilaku atau kebiasaannya yang terlihat berbeda dengan ketika burung kicau sehat. Berikut perilaku burung kicau di saat sedang sakit.

  1. Burung yang gacor menjadi malas bunyi bahkan sampai diam seharian.
  2. Nafsu makan burung yang mulai menurun.
  3. Burung akan lebih banyak banyak minum.
  4. Ketika tidur bagian kepalanya menghadap sayap.
  5. Burung suka mengembungkan bulunya dan memejamkan matanya.
  6. Tidur di siang hari dengan mengangkat satu kakinya.
  7. Burung sering bersin.

Setelah sobat pecinta burung mengetahui ciri-ciri fisik dan perilaku burung kicau yang sedang sakit, kalian dapat menyimpulkan bahwa burung itu terkena penyakit apa dan bagaimana cara mengatasinya sebagai berikut.

Jenis Penyakit Pada Burung Berkicau Serta Cara Mengatasinya

jenis penyakit pada burung berkicau
burungnya.com

Burung juga merupakan makhluk yang bernyawa, sama halnya dengan manusia burung juga bisa sakit. Semua jenis burung tentu memiliki masalah kesehatan yang berbeda-beda dalam hidupnya. 

Namun, semua jenis penyakit pada burung kicau juga dapat dicegah, dengan cara memberikan beberapa vitamin tertentu dan menjaga kebersihan kandang atau sangkarnya.

Apabila burung kicau kalian mengalami ciri- ciri fisik burung yang sedang sakit. Berikut beberapa jenis penyakit burung kicau yang perlu untuk kalian waspadai beserta cara pengobatannya atau penanganannya agar lekas membaik dan sembuh.

1. Stres Burung

burung love bird
burungnya.com

Penyakit yang sering dialami oleh burung kicau dan bahkan hampir semua jenis burung yaitu Stres. Ternyata tidak hanya manusia saja yang bisa stres, burung pun juga bisa.

Penyebab utama burung bisa stres yaitu perubahan lingkungan, mulai dari pindah ke tempat baru, anggota keluarga atau hewan peliharaan baru, kebisingan di luar rumah, dan perubahan lokasi atau daerah.

Jika burung kicau stres biasanya di tandai dengan perubahan dalam vokalisasi kicauannya, kehilangan nafsu makan, burung menjadi lebih agresif dari sebelumnya yang jinak dan burung mencabuti bulunya sendiri.

Cara mengatasi burung kicau yang sedang mengalami stres:

  1. Jaga asupan makanannya dan berikan makanan yang bernutrisi.
  2. Letakkan kandang atau sangkar di tempat yang tidak bising dan kondisinya yang nyaman.
  3. Segeralah carikan pasangan untuk burung kicau kalian.
  4. Lakukan pendekatan secara perlahan dan perbanyak interaksi dengan si burung.
  5. Buatkanlah kandang atau sangkar yang luas dan nyaman.
  6. Apabila cara di atas kurang membantu bisa catangi dokter hewan supaya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Snot atau Penyakit Mata

penyakit snot burung
birdsny.com

Penyakit Snot atau biasa disebut Infectious Coryza merupakan penyakit yang sangat sering menyerang unggas, burung kicau dan ayam. Snot ini merupakan penyakit yang menyerang pada bagian mata burung.

Apabila burung kicau terkena snot, pada bagian mata burung akan mengeluarkan cairan yang aneh dan pada umumnya hanya terjadi pada salah satu mata saja. Penyakit snot ini sangatlah berbahaya karena menular dan dapat menyebabkan kematian si burung.

Penyebab burung kicau terkena penyakit mata atau snot yaitu terkena debu atau udara yang kotor, dan asap pembakaran yang masuk kedalam sangkar. Berikut cara mengatasi burung yang terkena snot.

Cara mengatasi burung kicau yang sedang terkena penyakit mata atau snot:

  1. Jauhkan si burung dengan burung kalian yang lainnya supaya penyakit Snot nya tidak menular.
  2. Masukan kedalam kandang atau sangkar yang bersih dan krodong yang rapat supaya tidak terkena sinar matahari dan debu.
  3. Berikan obat snot yang di jual di toko burung 2x sehari kepada burung untuk mencegah penyebarannya.
  4. Berikan air minum perasan dari daun sirih dan juga berikan antibiotik atau perasan daun sirih di air mandinya.
  5. Untuk pakan berikan makanan seperti biasanya serta tambahkan ekstrafood kecuali kangkung.
  6. Selalu jaga kebersihan sangkar atau kandang dari kotorannya dan semprotkan air rebusan daun sirih supaya bakteri yang berada di sangkar mati.
  7. Kalian juga dapat memberikan obat alami seperti bunga kitolod dan kembang talang.

3. Gangguan Pernafasan

sistem pernafasan burung
grid.id

Ciri-ciri burung kicau yang terkena gangguan pernafasan yaitu keluarnya cairan seperti ingus yang keluar dari lubang hidungnya, selain itu burung juga akan sering membuka dan menutup paruh atau mulut nya untuk membantu proses pernafasan.

Penyebab penyakit gangguan pernafasan pada burung yaitu infeksi sekunder pada saluran pernafasan yang di sebabkan oleh bakteri E.coli dan virus sejenis Mycoplasma gallisepticcum.

Apabila burung kicau terkena penyakit gangguan pernafasan ini cukup sulit untuk di sembuhkan dan dapat menyebabkan kematian untuk si burung. Akan tetapi ada cara mengatasinya atau penanganan yang dapat di lakukan sebagai berikut.

Cara mengatasi burung kicau yang terkena penyakit gangguan pernafasan:

  1. Selalu pastikan sangkar atau kandang burung dalam keadaan bersih dari kotoran, karena kotoran burung terkandung amonia yang dapat memicu penyakit gangguan pernafasan.
  2. Selain menjaga kebersihan sangkar atau kandang, kalian juga harus rutin membersihkan wadah pakan dan wadah air minum burung.
  3. Berikan makanan seperti biasanya serta jangan lupa tambahkan multi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
  4. Untuk pencegahannya, kalian berikan buah dan sayuran segar yang sudah dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu.

4. Penyakit Kaki Lemas

penyakit kaki lemas pada burung

Penyakit kaki lemas pada burung kicau merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat menyebabkan kematian, yang pada umumnya penyakit kaki lemas ini menyerang jenis unggas lainnya.

Penyebab burung kicau terkena penyakit kaki lemas yaitu terkena virus yang menyebar di udara, air, makanan, atau hewan lainnya, kurang kalsium di makanannya, dan pakan yang kotor atau berjamur.

Ciri yang dapat di lihat apabila burung sedang terkena penyakit kaki lemas adalah kaki burung tiba tiba menjadi tidak memiliki tenaga seperti lemas dan tidak bisa digunakan untuk bertengger.

Cara merawat burung kicau yang sedang terkena penyakit kaki lemas:

  1. Pindahkan burung ke sangkar lain, beri handuk atau karpet di sangkar. Tempatkan lampu bohlam di atas sangkar agar lingkungan menjadi hangat.
  2. Kompres kaki burung menggunakan air hangat.
  3. Urut kaki burung dengan menggunakan minyak tawon atau balsam.
  4. Kerodong sangkar di malam hari atau saat cuaca dingin dan hujan.
  5. Berikan makanan yang mengandung kalsium tinggi.

5. Kaki Bengkak atau Bubul

penyakit bubul pada burung
burungnya.com

Penyakit bubul merupakan jenis penyakit yang sering menyerang hampir semua jenis burung kicau, terutama burung kenari. Ciri-ciri burung terkena penyakit bubul yaitu terdapat caplak atau kutil dengan tekstur keras dan kaki terlihat bengkak.

Penyebab penyakit bubul merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylo coccus yang biasanya menyerang kulit yang pada umumnya terletak di telapak kaki. 

Cara mencegah burung kicau agar tidak terkena penyakit bubul atau kaki bengkak:

  • Menjaga kebersihan kandang, terutama tempat tenggeran.
  • Menjaga Kebersihan Alas Sangkar atau kandang.
  • Rutin membersihkan Kaki Burung saat di mandikan.

Cara Mengobati Penyakit Bubul Pada Burung kicau:

  1. Cuci kaki burung yang terkenal bubul dengan air hangat, ulangi terus sampai bubul menjadi lebih lunak.
  2. Lalu keringkan pada daerah yang terkena air, atau bisa di lap menggunakan kain kering dan bersih.
  3. Lalu olesi obat luar berupa salep anti jamur seperti canestin, daktarin, betason N, salep88, dan lain sebagainya.
  4. Jangan memandikan burung selama 2 hari setelah pemberian salep.
  5. Setelah 2 hari, cuci kembali kaki burung menggunakan air hangat, olesi salep lagi, dilakukan secara rutin selama 3 minggu atau sampai sembuh.

6. Berak Kapur atau Kotoran Putih

penyakit berak kapur pada burung
idaxion.blogsot.com

Berak kapur merupakan salah satu penyakit yang banyak di derita ternak unggas, baik ayam maupun burung. Penyakit berak kapur adakah penyakit yang menyerang pada bagian saluran pencernaan burung.

Biasanya disebabkan oleh salmonella atau pullorum yang memiliki sifat menular, mulai dari udara, kontak langsung ( sentuhan) maupun pakan atau minumnya.

Cara mengobati burung yang terkena penyakit berak kapur:

  1. Lakukan sanitasi pada kandang atau sangkar supaya terhindar dari bakteri dan jamur.
  2. Bersihkan juga wadah air minum dan wadah makanan burung.
  3. Berikan nutrisi serta vitamin secara rutin dan terjadwal.
  4. Berikan obat penyakit berak kapur untuk burung.

7. Penyakit Tetelo

penyakit tetelo pada burung
petpintar.com

Penyakit Tetelo ini adalah penyakit yang menyerang pada bagian syaraf burung yang menyebabkan burung menjadi lumpuh secara tiba-tiba yang membuat burung jatuh dari atas tangkringannya.

Penyebab burung terserang oleh penyakit Tetelo ini bisa disebabkan oleh beberapa penyebab. Salah satunya yaitu disebabkan oleh serangan virus yang menyerang tubuh burung.

Virus-virus ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu disebabkan oleh kandang atau sangkar burung yang kotor, karena jarang dibersihkan.

Cara mengobati burung yang terkena penyakit tetelo:

  1. Berikan burung obat khusus saraf yang di jual di toko burung.
  2. Berikan makanan yang bergizi dan berikan vitamin untuk burung.
  3. Letakkan burung di tempat yang nyaman dan kemudian di krodong.
  4. Apabila cara di atas setelah di coba tidak ada perubahan, alangkah baiknya kalian langsung periksakan burung ke dokter hewan, supaya ada penanganan yang lebih intensif.

Kesimpulan

Kesimpulannya kita harus mengetahui ciri-ciri burung kicau yang sedang sakit terlebih dahulu, kemudian baru kita dapat menyimpulkan bahwa burung kicau terkena penyakit apa.

Untuk menghindari semua penyakit yang dapat di alami oleh burung kicau kalian cukup selalu menjaga kebersihan sangkar atau kandang dan berikan burung makan yang bergizi serta berikan juga vitamin untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Penutup

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua sobat pecinta burung yang telah membaca artikel diatas, semoga dapat membantu dalam mengatasi burung kicau kesayangan yang sedang terkena penyakit.

Kami juga memohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam penulisannya. Tidak lupa juga kami juga berpesan, jagalah dan rawatlah hewan serta alam sebaik-baiknya. “Terimakasih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *