Rumah Adat NTB (Nusa Tenggara Barat)

4 min read

Rumah adat NTB

Hallo bagaimana kabarnya teman-teman roizzul.com?. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan terus semangat belajar. Pada artikel ini kami akan membagikan sedikit ilmu tentang rumah adat NTB (Nusa Tenggara Barat). Indonesia memanglah negeri yang kaya akan budayanya, setiap provinsinya memiliki rumah adat masing-masing.

Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat) sangat identik dengan pulau Lombok yang terkenal dengan keindahaan alamnya dan destinasi wisatanya seperti pantai, dan wisata budaya seperti kita bermain ke rumah adat NTB. Sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Nusa Tenggara Barat juga memiliki rumah adatnya sendiri.

Pada artikel ini kami akan membahas dan mengenal lebih dekat 6 rumah adat NTB (Nusa Tenggara Barat). Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa rumah adat, seperti Rumah Adat Dalam Loka, Rumah Adat Bale Bonder, Rumah Adat Sasak, Dll berikut penjelasannya. Silahkan baca dan scroll ke bawah!!

Mengenal Filosofi dan Nama Rumah Adat Daerah NTB (Nusa Tenggara Barat)

filosofi rumah adat NTB
ruangarsitek.com

Filosofi rumah adat NTB (Nusa Tenggara Barat) adalah sebuah bangunan tradisional yang menggambarkan sebuah warisan budaya yang harus di lestarikan. pada artikel ini akan ada 6 rumah adat yang berasal dari NTB yang setiap rumahnya mewakili masing-masing suku.

Berikut adalah tabel 6 nama rumah adat NTB (Nusa Tenggara Barat):

1. Rumah Adat NTB Dalam Loka

Rumah adat NTB Dalam Loka
Wisnuadi.com

Rumah adat Dalam Loka adalah sebuah nama rumah adat di NTB yang paling terkenal di kalangan masyarakat. Rumah adat Dalam Loka ini juga menjadi sebuah ciri khas rumah adat Nusa Tenggara Barat.

Rumah adat Dalam Loka ini pertama kali di bangun pada masa pemerintahan kerajaan Sumbawa. Dalam Loka ini memiliki sebuah arti yaitu istana dunia.

Nama rumah adat Dalam Loka ini di gunakan karena pada zaman dahulu kesultanan Sumbawa menjadikan atau memfungsikan tempat ini menjadi sebagai pusat pemerintahan dan juga tempat tinggal para raja Sumbawa.

Keunikan dari rumah adat Dalam Loka ini adalah memiliki tiang penopang rumah yang berjumlah 99. Menurut beberapa sumber Tiang rumah ini memiliki jumlah yang sama dengan Asmaul Husna agar rumah ini berdiri dengan kuat dan kokoh.

Selain keunikan rumah adatnya, daerah Sumabawa juga terkenal dengan masyarakatnya yang memegang erat Syariat Islam sehingga aspek budayanya masih sangat kental dengan ajaran islam.

Dalam rumah adat Dalam Loka penopang rumah terbagi dalam dua bagian yang di sebut dengan bala rea atau graha besar. Untuk pembagian ruangan di dalam rumah adat sebagai berikut:

  • Ruang dalam bagian timur. Ruang dalam ini berada pada bagian sebelah timur, Tempat ini memilki 4 ruangan yang berfungsi sebagai kamar untuk putra dan putri raja yang sudah menikah
  • Ruang dalam bagian barat. Ruang dalam ini berada pada bagian sisi barat, yang berfungsi sebagai tempat shalat dan beribadah.
  • Ruang dalam bagian utara. Ruang dalam ini terletak di bagian sisi utara, yang berfungsi sebagai tempat tidur dayang dan permaisuri.
  • Lunyuk Mas. Lunyuk Mas ini berada di sebelah lunyuk agung, tempat ini berfungsi sebagai tempat yang di khususkan untuk istri menteri, permaisuri, dan tempat para staff saat upacara adat.
  • Lunyuk Agung, Lunyuk Agung ini berada di depan, tempat ini berfungsi sebagai tempat musyawarah, pertemuan, dan resepsi.

2. Rumah Adat Bale Bonder

Rumah Adat Bale Bonder
arsitur.com

Rumah adat Bale Bonder adalah rumah adat tradisional yang berasal dari daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rumah adat Bale Bonder ini juga terkenal dengan rumah adat terbesar di provinsi NTB.

Bale Bonder ini yaitu bangunan besar yang memilki ukuran mencapai 50 meter persegi. Ukuran bangunan yang besar ini dikarenakan Bale Bonder adalah tempat tinggal atau tempat berkumpulnya para pembesar suku.

Rumah adat Bale Bonder merupakan bangunan adat suku Sasak yang memilki keunikan yaitu dibangun dengan beratapkan jerami atau ilalang.

Bangunan Bale Bonder ini pertamakalinya di bangun dengan bentuk bangunan segi empat, atapnya berbentuk seperti kopyah, dan di topang oleh 9-20 tiang, untuk bagian dinding dari rumah ini terbuat dari anyaman bambu.

Fungsi utama Bale bonder adalah sebagai hunian pejabat desa atau dusun, selain itu banguan ini juga berfungsi sebagai ruang rapat dan ruang pengadilan jika ada sebuah masalah di dalam desa atau dusun.

Baca Juga: Nama-nama Rumah Adat Betawi.

Baca Juga: Nama Rumah Adat Kalimantan Timur.

3. Rumah Adat Bale Jajar

Rumah Adat NTB Bale Jajar
wisatadilombok.com

Rumah adat berikut ini yaitu Bale Jajar. Bale Jajar adalah bangunan rumah Untuk masyarakat di suku Sasak dengan kelas ekonomi menengah keatas. Rumah adat NTB Bale Jajar memiliki kesamaan dengan rumah tani.

Pada struktur bangunan rumah adat Bale Jajar ini ada dua ruang utama yang bisa kalian temukan saat berkunjung. Dua ruangan utama di Bale jajar ini di sebut dengan sesangkok (serambi), dan Dalem Bale.

Sesangkok (serambi) pada rumah adat Bale Jajar ini berfungsi sebagai tempat untuk persediaan pangan, dan biasanya juga di gunakan sebagai dapur.

Ruang kedua yang dapat kalian temukan di rumah adat Bale Jajar yaitu bernama Dalem Bale. Dalem Bale ini berfungsi sebagai ruang utama keluarga pemilik rumah adat.

Material untuk membuat rumah adat Bale Jajar yaitu:

  • pada bagian atap rumah adat Bale Jajar ini terbuat dari bahan jerami.
  • pada bagian dindingnya terbuat dari anyaman bambu.
  • untuk bagian penyangga rumah adat menggunakan kayu.

4. Rumah Adat Bale Lumbung

Rumah Bale NTB Lumbung
pariwisataindonesia.id

Rumah adat nomer empat dari NTB yaitu rumah adat Bale Lumbung. Rumah adat Bale Lumbung ini juga di buat atau di bangun oleh suku Sasak. Bale Lumbung ini di buat oleh suku Sasak untuk keperluan sebagai tempat penyimpanan.

Bale Lumbung ini memiliki bentuk yang unik yaitu dimana bentuk rumahnya berbentuk panggung dan pada bagian ujung atapnya runcing dan melebar. Alasan rumah adat ini berbentuk panggung yaitu agar tidak tidak terendam banjir dan mengantisipasi hama tikus.

Rumah adat Bale Lumbung ini biasa di gunakan oleh masyarakat suku Sasak untuk menyimpan hasil panen mereka, seperti padi dan hasil pertanian yang lainya.

Material rumah adat Bale Lumbung yaitu:

  • pada bagian atap rumah adat ini sama dengan rumah adat yang lain yaitu menggunakan jerami.
  • pada bagian dindingnya rumah adat Bale Lumbung ini ada dua material yaitu terbuat dari anyaman bambu, dan juga ada yang menggunakan jerami.

5. Rumah Adat Bale Tani

rumah adat NTB bale tani
bobo.grid.id

Rumah adat Bale Tani adalah bangunan rumah adat tradisional yang di huni oleh masyarakat Suku Sasak yang bekerja sebagai petani. Bale Tani ini biasanya juga di jadikan sebuah warung atau toko untuk menjual bahan-bahan makanan pokok.

Rumah adat Bale Tani ini juga unik dari pada rumah adat yang lainya yaitu Bale Tani ini di bangun menempel dengan tanah, dan bentuk bangunan ini mirip dengan rumah joglo atau limasan yang ada di pulau Jawa.

Pada bangunan rumah adat Bale Tani ini terdiri dari dua ruangan yaitu Sesangkok, dalem bale,yang berfunsi sebagai kamar untuk anggota keluarga perempuan, dan Pawon atau dapur yang berfungsi untuk kegiatan masak-memasak.

Material bangunan rumah adat Bale Tani yaitu:

  • pada bagian atapnya menggunakan jerami kering.
  • pada bagian dindingnya menggunakan anyaman bambu atau gedek.
  • pada bagian lantai menggunakan banyak material seperti tanah, batu bata, dan abu jerami.

6. Rumah Adat Barugaq Sekapat

Rumah Adat NTB Barugaq Sekapat
satujam.com

Ruamah adat Barugaq Sekapat adalah sebuah bangunan tradisional yang berbentuk seperti gasebo atau saung. Barugaq Sekapat ini berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu para masyarakat Suku Sasak.

Barugaq Sekapat selain di gunakan untuk menjadi tempat penerimaan tamu, bangunan ini juga biasa di gunakan untuk tempat berkumpul keluarga dan mempelajari berbagai macam kesenian budaya.

Ciri bangunan Barugaq Sekapat ini adalah memiliki empat tiang penyangga sebagai pondasi utama, atapnya terbuat dari susunan ilalang yang rapi, dan bangunan ini berkonsep panggung.

Baca Juga: Info Unik Rumah Adat Madura

Penutup

Kami Tim roizzul.com mengucapkan teimaksih banyak kepada teman-teman semuanya yang telah membaca artikel ini. Kami juga berpesan kepada teman-teman semuanya untuk selalu belajar dan lestarikan budaya Indonesia.

Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dalam penulisan kata, dan jangan lupa untuk share artikel ini kepada teman-teman yang lain, dan support terus roizzul.com supaya lebih berkembang ya teman-teman. ” Se you next artickel ” @roizzul.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *