Rumah Adat Bali

5 min read

rumah adat bali

Hallo teman-teman roizzul.com bagaimana kabar kalian semua?. Jangan lupa selalu jaga kesehatan dan terus semangat dalam belajar. Pada artikel ini kita akan membahas seputar rumah adat daerah, yaitu rumah adat Bali.

Bali adalah sebuah pulau kecil di Indonesia yang terkenal dengan wisata alamnya yang sangat eksotis dan luar biasa indah. Bali juga merupakan wajah wisata Indonesia di mata dunia dikarenakan daya tarik potensi alam yang sangat indah yang disukai wisatawan Mancanegara.

Bali selain tempat wisatanya yang indah, Bali juga mempunyai warisan budaya yang tidak kalah menarik dan indah yaitu rumah adat Bali. Rumah adat bali adalah sebuah warisan budaya yang memiliki nilai seni arsitektur yang sangat tinggi.

Masyarakat bali juga melestarikan dan masih menjunjung tinggi nilai Budaya nenek moyang yang masih terjaga sampai sekarang. Begitu juga dengan rumah adatnya, masyarakat Bali mempunyai adat istiadat, dan nilai-nilai Hindu yang masih sangat kental.

Rumah adat Bali ini sama halnya dengan Rumah adat Madura, dan rumah adat daerah lainya. Pasti memiliki sebuah ciri khas tersendiri, filosofi, desain arsitektur, dan fungsi-fungsi setiap bangunan. Berikut penjelasannya:

Filosofi Rumah Adat Bali

filosofi Rumah Adat Bali
moondoggiesmusic.com

Rumah adat Bali menurut filosofi masyarakat Bali yaitu memiliki arti sebuah kedinamisan dalam dalam hidup. Kedinamisan dalam kehidupan itu akan tercapai jika adanya hubungan yang harmonis antara aspek palemahan, pawongan, serta parahayangan.

Maka dari itu setiap pembangunan rumah adat Bali harus meliputi aspek palemahan, pamawongan, dan parahayangan, atau yang biasa di sebut dengan istilah aspek “Tri Hita Karana”. Pawongan adalah penghuni, palemahan artinya adanya keharusan hubungan baik antara penghuni rumah dan lingkungan sekitarnya.

Rumah adat daerah Bali dibuat dengan serangkaian proses acara yang sangat sakral dan banyak sebagai berikut:

  1. pertama kali adalah nyikut karang (pengukuran tanah).
  2. kedua adalah upacara atau ritual yang sangat sakral yaitu mempersembahkan hewan qurban dan memohon izin kepada leluhur/ nenek moyang untuk mendirikan rumah atau dalam bahasa Bali (caru pengerukan karang).
  3. ketiga yaitu ritual narasin (peletakan batu pertama).
  4. keempat adalah pengerjaan/ pembangunan rumah adat.
  5. yang terakhir setelah rumah adatnya jadi yaitu di tutup dengan acara upacara penutupan dan melaksanakan syukuran.

Dalam adat Bali juga ada namanya kasta untuk masyarakatnya yaitu ada 4 sistem kasta Bali yaitu:

  • Sudra, Sudra adalah kasta untuk para petani.
  • Wesias (Waisa), Wesias atau Waisa adalah kasta untuk para pedagang dan pegawai pemerintahan.
  • Satria(Kshatriya), Satria atau Kshatriya adalah kasta untuk para prajurit, juga mencakup bangsawan dan Raja.
  • Brahmana, Brahmana adalah nama kasta untuk para pendeta.

Desain Arsitektur Rumah Adat Bali

desain arsitektur rumah adat bali
Popbela.com

Desain arsitektur rumah adat Bali Selain fungsinya sebagai tempat tinggal masyarakat dan sebuah ikon budaya, Rumah khas Bali mengandung banyak nilai kesenian yang terkandung dalam pembangunan rumah.

Rumah adat tradisional bali adalah sebuah hunian yang di desain atau di buat bentuk sebuah komplek atau sebuah pemukiman tradisional. Dikarenakan setiap bangunan mempunyai fungsi masing-masing dan tidak bergabung dalam satu atap.

Arsitektur tradisional Bali umumnya dipengaruhi keberadaan manuskrip Hindu bernama “Lontar Asta Kosala Kosali”, yang memuat tentang aturan-aturan pembuatan rumah atau puri, hingga aturan tempat pembuatan ibadah dan juga pura.

Menurut sejarah, aturan, bentuk atau desain arsitektur dari rumah adat khas Bali telah tercantum dalam kitab umat Hindu yaitu kitab weda. Desain arsitektur rumah adat bali juga tidak terpengaruh oleh gaya desain arsitektur mancanegara, karena desain rumah adat Bali adalah warisan budaya yang harus di jaga dan di lestarikan.

Material Rumah Rumah Adat Bali

material rumah adat bali

Masyarakat Bali biasanya, membangun rumah adat hanya perlu menggunakan peci (terbuat dari tanah liat). Sedangkan bangsawan menggunakan tumpukan bata untuk dijadikan sebagai pondasi dasar rumah. Bagian atap biasa menggunakan genting.

Rumah adat Bali juga sangat dipengaruhi oleh tradisi agama Hindu dan unsur Jawa kuno. Oleh karena itu, rumah adat Bali biasanya menggunakan beberapa bahan seperti atap jerami, kayu kelapa, bambu, kayu jati, batu, dan batu bata.

Pada rumah adat daerah Bali pasti juga ada sebuah gapura besar di bagian pintu utamanya, hiasan-hiasan seperti ukiran kayu, dan patung-patung yang besar.

Mengenal Bagian Rumah Adat Bali dan Fungsinya

bagian bagian rumah adat daerah bali
Telusuri Nusantara

Rumah adat Bali atau disebut juga Rumah Gapura Candi Bentar, yang memiliki 2 buah bangunan candi yang identik dan sejajar, bangunan candi ini juga menjadi gerbang utama atau pintu utama bagi rumah adat suku bali.

Rumah adat Bali ini sama halnya dengan rumah adat yang lainya yaitu memiliki bagian rumah yang memiliki fungsi masing-masing di setiap bangunanya, berikut nama bangunan dan fungsinya:

1. Angkul-angkul

angkul-angkul bali
desawisatapule.com

Angkul-angkul adalah bangunan yang mirip dengan pura, bangunan Angkul-angkul ini berada di paling depan dalam rumah adat Bali, dan fungsi Angkul-angkul ini menjadi sebagai pintu utama untuk masuk ke dalam komplek tradisional Bali.

Ciri khas bangunan Angkul-angkul ini adalah bagian temboknya penuh dengan karya seni ukiran yang sangat indah, bagian atapnya biasanya menggunakan genteng, dan bagian samping kanan dan kiri biasanya ada patungnya. Jika kalian berkunjung ke Bali Angkul-angkul adalah spot foto yang sangat bagus.

2. Aling-aling

Aling-aling Bali
nonamasak.com

Bagian kedua yaitu Aling-aling. Aling-aling adalah bangunan yang berfungsi sebagai pembatas/sekat antara angkul-angkul atau gerbang utama dengan halaman rumah atau yang sering di sebut dengan tempat suci.

“Masyarakat Bali mempercayai bahwa bangunan Aling-aling mempunyai fungsi sebagai penangkal hal-hal negatif atau roh-roh jahat dari luar pemukiman rumah adat”.

Filosofi Aling-aling adalah sebuah energi positif yang menetralkan aura jahat dari lingkungan rumah dan bangunannya sangat baik untuk keharmonisan di dalam rumah adat.

3. Bale Manten / Bale Daja

bale manten / bale daja Bali
GuruPendidikan.com

Rumah adat Bale manten/ bale daja adalah bangunan tradisional yang terletak di bagian sebelah barat dari bangunan sanggah/pamerajaan. Bale Meten ini memiliki 2 buah bale yang terletak di bagian kiri dan kanan ruang.

Bale manten ini sebuah bangunan yang dikhususkan untuk kepala keluarga dan juga anak perempuan yang belum menikah. Rumah adat ini memiliki bentuk bangunan persegi panjang dan umumnya di bangun di sebelah kiri.

Untuk isi bagian dalam rumah adat Bale Manten adalah dua ruangan (bale) yang dinamakan bale kanan dan bale kiri. Menurut Lontar Hasta Kosali, bangunan rumah adat Bali ini umumnya dibangun menghadap ke sebelah utara.

Baca Juga: Nama dan Jenis Rumah Adat Jawa Barat

4. Bale Dauh / Loji (Bale Tiang)

Bale dauh Bali
balisemara.com

Dalam struktur bangunan rumah adat Bali, Setiap rumah adat di Bali pasti dilengkapi dengan Bale Dauh. Fungsi bangunan bale dauh sebagai ruangan untuk pemilik rumah untuk kegiatan menerima tamu, dan biasanya juga bisa di fungsikan sebagai tempat tidur untuk anak remaja laki-laki.

Untuk bentuk Bale Dauh ini memilki bentuk bangunan yang sama seperti dengan Bale Manten. Bale dauh Terletak di zona bagian barat rumah ( dauh natah umah ). Bale dauh sering disebut juga dengan nama Bale Loji, serta Tiang Sanga (Bale Tiang).

5. Sanggah / Pamerajan

sanggah/pamerajaan Bali
blogspot

Sanggah / pamerajan adalah nama lain dari pura keluarga. Bangunan Sanggah / pamerajan di fungsikan sebagai tempat sembahyang atau beribadah pribadi atau keluarga.

Bangunan Sanggah atau pura keluarga ini terletak di bagian paling ujung timur. Pada bagian pura keluarga ini terdapat beberapa bangunan dengan fungsinya masing-masing dan jumlah bangunnan nya bervariasi tergantung pemilik rumah.

6. Bale Dangin

bale dangin rumah adat bali
Pinterest

Bale Dangin atau atau Bale Gede adalah bangunan tradisional yang berfungsi sebagai tempat diselenggarakannya beragam upacara adat, membakar sesaji, atau berkumpul untuk menyantap makanan khas Bali, dan sebagai tempat membuat benda-benda seni.

Bale Dangin memiliki ciri khas bangunan yaitu berbentuk persegi panjang dan ia memiliki 12 tiang, dan Bale Dangin atau Bale Gede ini terletak di bagian timur (dangin natah umah).

7. Bale Sakepat

bale sakepat rumah adat bali
roomah.id

Bale Sakepat ini terletak di lingkungan bagian selatan. Bale Sakepat ini memiliki fungsi sebagai tempat tidur anak dan juga sebagai tempat bersantai seluruh anggota keluarga yang bertempat tinggal di rumah adat.

Bale Sakepat ini sangat lah unik dan menarik yaitu rumah adat Bali yang terlihat paling mewah karena penuh dengan ukiran.Selain itu, kemewahan rumah Bale Sekapat juga bertambah berkat adanya empat tiang di bagian depan yang juga penuh dengan ukiran.

8. Pawaregen (Pawon)

Pawaregan rumah adat bali
perwakilan.baliprov.go.id

Pawaregen (pawon ) adalah bagunan tradisional di rumah adat Bali yang berfungsi sebagai dapur atau tempat untuk kegiatan masak-memasak. Pada umumnya pawaregen ini terletak di bagian sisi sebelah selatan rumah.

Pawaregen (pawon) ini terdapat dua bagian tempat yaitu pertama tempat untuk penyimpanan peralatan memasak dan bagian kedua sebagai dapur kotor yang dilengkapi dengan tempat pembakaran kayu atau kompor tradisional.

9. Jineng (Klumpu)

Jineng rumah adat bali
perwakilan.baliprov.go.id

Jineng (klumpu) adalah bangunan Lumbung yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen seperti padi dan hasil panen yang lainya. Jineg juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan gabah atau padi yang sudah kering.

Ciri khas bangunan Jineng Klumpu yaitu memiliki ukuran bangunan yang tidak begitu besar, terbuat dari kayu, dan atapnya terbuat dari jerami yang sudah tersusun dengan rapi.

Baca juga: 4 Nama Rumah Adat Aceh

Baca juga: Nama Rumah Adat Betawi Terlengkap

Penutup

Kami mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca artikel ini, semoga artikel ini bisa menambah ilmu pengetahuan budaya yang ada di Indonesia. Kami juga berpesan untuk selalu lestarikan budaya tradisional agar terjaga dan tidak hilang di telan zaman yang semakin canggih.

Kami segenap tim roizzul.com memohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam penulisan artikel ini. Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman yang lain agar bermanfaat dan support terus roizzul.com agar menjadi web yang semakin berkembang. @roizzul.com

One Reply to “Rumah Adat Bali”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *