Majas Antonomasia

5 min read

Pengertian Majas Antonomasia-roizzul.com

Majas Antonomasia – Sebuah gaya bahasa yang digunakan untuk membuat kalimat pada karya sastra, akan tetapi tanpa kita sadari terkadang kita menggunakan majas atau gaya bahasa dalam percakapan sehari-hari.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain. KBBI juga mendefinisikan majas secara singkat sebagai kiasan.

Tujuan penggunaan majas yaitu untuk memperkaya pilihan kata dan bahasa dalam sebuah karya sastra. Pada umumnya majas digunakan oleh seorang penyair untuk memperindah karya sastra buatannya.

Majas paling banyak digunakan di dalam sebuah karya pantun dan puisi, sebab jenis karya tersebut memang akan terlihat lebih menarik jika ditambah dengan suatu gaya bahasa atau majas.

Pengertian Majas Antonomasia

pengertian majas antonomasia

Antonomasia adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merujuk pada jenis majas. Majas ini termasuk ke dalam majas perbandingan yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut, melainkan dari salah satu sifat benda tersebut.Wikipedia

Majas antonomasia secara bahasa, kata antonomasia berasal dari bahasa Yunani yaitu “ἀντονομασία” atau “antonomazein” yang memiliki arti “nama yang berbeda”. Majas ini menggunakan kata sifat sebagai pengganti dari nama asli seseorang maupun suatu benda.

Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa majas antonomasia dapat diartikan sebagai gaya bahasa yang digunakan untuk menyebutkan seseorang atau benda dengan ciri khas atau sifat orang dan benda tersebut.

Contoh:

  • Si Cerdas
  • Si Lemah
  • Si Muda
  • Si Rakus

Pengertian Majas Antonomasia Menurut Ahli

pengertian majas menurut ahli
blogspoot.com

Nah, ternyata dari kalangan ahli bahasa ternama Indonesia juga mempunyai pendapat mengenai pengertian majas antonomasia berikut penjelasannya:

Pengertian Majas antonomasia menurut Dr. Gorys Keraf:

antonomasia adalah sebuah bentuk khusus dari metonimia yang berwujud penggunaan sebuah epitet untuk menggunakan julukan, gelar resmi, atau jabatan untuk menggantikan nama diri.

Keraf (2007:140)

Inti dari majas ini khusus untuk memayungi penggunaan epitet yang hanya menggunakan julukan sebagai pengganti  dari maksud sebenarnya. (sumber:serupa.id)

Ciri-ciri Majas Antonomasia

ciri-ciri majas antonomasia

Adapun beberapa ciri-ciri majas antonomasia, sebagai berikut:

  • Menggunakan kata sifat sebagai pengganti nama asli dari seseorang.
  • Menggunakan kata sifat sebagai pengganti nama asli dari suatu benda tertentu.
  • Menggunakan karakteristik atau kata sifat yang melekat atau paling menonjol pada diri seseorang untuk menggantikan nama asli dari orang tersebut.

Fungsi Majas Antonomasia

fungsi majas antonomasia

Berikut beberapa fungsi dari majas antonomasia, yaitu:

  • Digunakan supaya lebih mudah dipahami oleh pembaca maupun pendenggar.
  • Digunakan untuk menyebutkan sesuatu tidak dengan nama aslinya, akan tetapi menggunakan kata sifat.
  • Digunakan untuk menghindari kesan monoton pada kalimat yang ingin disampaikan.
  • Digunakan untuk melabeli atau sebagai ciri khas dari seseorang atau benda tertentu.
  • Juga biasa digunakan sebagai wujud sanjungan dan pujian kepada seorang sosok, benda mati dan makhluk hidup. contohnya ada seorang pemilik hewan yang memuji kelinci miliknya dengan sebutan si imut.

Contoh Majas Antonomasia

contoh majas antonomasia

Berikut beberapa contoh majas antonomasia:

Contoh 1

  1. Si pecundang itu takkan pernah berani menggambil keputusan dengan tegas, dan kalian akan dibuatnya menunggu tanpa kepastian.
  2. Si anak sholeh itu selalu rajin sholat di masjid dan dia selalu mengaji al Qur’an setiap hari.
  3. Si egois itu selalu memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak pernah mau apabila diajak untuk berkomitmen bersama.
  4. Si mata duitan itu hanya akan memanfaatkan kebaikanmu dan mengincar hartamu. Tidak ada ketulusan yang terpancar dari sikapnya dan dalam pikirannya hanya uang.
  5. Si kepala batu itu tidak akan pernah mau mendengar nasehatmu meskipun mulutmu berbusa menasehatinya.
  6. Si pengadu domba itu hanya akan merusak hubunganmu dengannya. Sebaiknya kau tidak usah berteman dekat dengannya.
  7. Si sombong itu selalu memamerkan hartanya dan tidak pernah mau untuk bersedekah.
  8. Tikus berdasi itu suka sekali dengan uang yang banyak, hingga dia berani memakan uang negara.
  9. Si dermawan itu telah membagikan setengah total hartanya kepada anak yatim dan orang miskin di panti asuhan.
  10. Si pintar itu berhasil mendapatkan juara dan memecahkan berbagai masalah yang sedang kita hadapi.
  11. Setiap kali adawartawan yang hendak mewawancarainya, si pemalu ini selalu berusaha untuk menghindar.
  12. Kamu akan kesulitan ketika bersama si lemot itu karena ia akan membuat suatu keputusan yang terlalu lama.
  13. Meskipun ia belum menginjak usia dewasa, lelaki tangguh ini mampu menjadi tulang punggung untuk keluarganya.
  14. Walaupun dirinya sendiri sedang dalam keadaan susah, orang yang murah hati itu selalu memberikan sedikit makanan kepada orang yang lebih membutuhkan.
  15. Si buaya darat itu takkan pernah serius denganmu karena sudah banyak korban akibat bujuk rayuan manisnya.
  16. Kapanpun dan diamanapun kau perlu, si baik hati itu akan selalu membantumu.
  17. Dari kecil si mandiri itu tidak pernah merepotkan orang tuanya dan Sebaliknya, setiap hari ia selalu membantu mereka meskipun dia sedang sibuk.
  18. Setiap hari si cerewet itu selalu saja protes yang tidak jelas terhadapku. Semua yang telah kulakukan tidak ada baiknya untuk dia.
  19. Si keras hati itu akan tetap pada keputusannya meskipun kau membujuknya dengan berbagai macam cara yang telah kamu lakukan.
  20. Si gendut itu selalu makan dengan porsi tidak normal dan setelah makan ia selalu tidur.
  21. Tidak sulit bagi si pandai itu untuk membantumu. Dia punya segudang ide kreatif yang bermanfaat bagimu.
  22. Kemarin si Tajir itu mengundang puluhan anak yatim untuk acara syukuran di rumahnya.
  23. Aku telah memutuskan hubungan dengan si jelek itu karena dia hanya mengincar hartaku.

Contoh 2

  1. Si rakus itu tak akan pernah puas, meskipun segunung emas harta yang telah dimilikinya.
  2. Si penghasut itu akhirnya berhasil membuat pasangan suami istri tetangganya bercerai.
  3. Si kolongmerat itu memiliki mobil yang sangat bagus dan memiliki rumah yang luas.
  4. Kau jangan pernah menjalin hubungan dengan si gelap mata itu. Nanti hidupmu akan sengsara dibuatnya.
  5. Dalam setiap kegundahanku dan kegalauanku, aku selalu merindukan si pelipur laraku.
  6. Kau harus mengatur strategi untuk berkenalan dengan si pemalu itu karena dia terkenal susah untuk didekati.
  7. Sebaiknya kau bertanya kepada si pintar itu untuk menyelesaikan PR matematikamu.
  8. Dia sangat cantik, pintar dan rajin sehingga banyak orang mengenalnya dengan bintang kelas.
  9. Si lincah itu bercita-cita menjadi seorang penari balet profesional dan dia akan segera mengikuti lomba.
  10. Pagi hari begini si gimbal sudah mampir di warung kami. Seperti biasa, dia pasti mau berhutang lagi.
  11. Si kutu buku itu selalu rajin sekali mendatangi perpustakaan.
  12. Si bucin itu setiap hari selalu menceritakan keluh kesahnya dalam bercinta.
  13. Setiap hari ada saja tingkah si tengil itu yang membuatku kesal dan marah.
  14. Aku pernah melihat si tangan panjang itu mengambil barang bukan miliknya di warung itu.
  15. Si mata indah itu berhasil memukau penonton lewat penampilannya tadi malam di salah satu stasiun TV nasional.
  16. Si cantik itu selalu aku mimpikan dan selalu aku do’akan di sepertiga malamku.
  17. Aku akan meminta tolong kepada si tinggi itu untuk mengambil layangan yang tersangkut di pohon mangga.
  18. Si bersyukur itu selalu menerima apa yang telah di berikan oleh tuhan.
  19. Si penyabar itu tidak pernah melawan orang telah menyakitinya.
  20. Untuk apa kau mendekatinya? Si pemarah itu tidak akan membuatmu betah berteman dengannya.
  21. Setiap hari si ringan tangan itu bertengkar dengan tetangganya.
  22. Sultan itu memiliki tambang emas dan tambang berlian di berbagai daerah.
  23. Si gemuk itu berlari sekuat tenaga hingga napasnya habis ketika dirinya dikejar anjing.

Contoh Soal Tentang Majas Antonomasia

contoh soal tentang majas antonomasia

Berikut contoh-contoh soal tentang majas antonomasia beserta jawaban dan penjelasannya:

Contoh Soal 1

perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini:

(1) Si kutu buku itu selalu rajin sekali mendatangi perpustakaan.

(2) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

(3) Setiap hari ada saja tingkah si tengil itu yang membuatku kesal dan marah.

(4)  Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang melimpah.

1. Dari contoh kalimat-kalimat diatas manakah yang terdapat majas antonomia?

a. (1) dan (2)

b. (1) dan (3)

c. (1) dan (4)

d. (2) dan (4)

Jawaban: b. (1) dan (3)

Penjelasan:  Jawaban dari contoh soal pertama ini adalah (b) karena di dalam dua kalimat tersebut mengandung kata pengganti dari sifat atau tingkah laku seseorang.

Contoh Soal 2

2. Perhatikan dan pilihlah kalimat di bawah ini yang menggunakan gaya bahasa antonomasia!

A. Perilaku presiden memang patut diteladani oleh siapapun, terutama warga dan masyarakat karena beliau merupakan sosok pemimpin yang bertanggung jawab, amanah, dan jujur.

B. Daffa sangat malas apabila diminta untuk membantu orang tuanya dan mengerjakan tugas-tugas sekolahnya.

C. Sebaiknya kamu bertanya kepada si pintar itu untuk menyelesaikan PR matematikamu dan tugas-tugas lainya.

D. Nabila selalu menolong teman-temannya yang sedang kesusahan, sehingga ia memiliki banyak teman.

Jawaban: C. Sebaiknya kamu bertanya kepada si pintar itu untuk menyelesaikan PR matematikamu dan tugas-tugas lainya.

Penjelasan: jawaban dari contoh soal pertama ini adalah (C) karena di dalam kalimat tersebut mengandung kata pengganti dari nama seseorang dengan kata “si pintar”.

Contoh Soal 3

3. Pilihlah dengan benar kalimat yang menggunakan gaya bahasa antonomasia berikut ini!

A. Pantas saja Nova menjadi gemuk, karena porsi makan setiap harinya saja sebanyak itu dan tidak mau berolahraga.

B. Burung merak itu indah sekali, tidak heran apabila banyak orang yang ingin melihatnya di kebun binatang.

C. Kepala sekolah memberikan uang pembinaan dan piala kepada si pintar itu, karena dia telah mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat se provinsi.

D. Ketika melihat mangsanya di depan mata, singa itu langsung berlari dengan sepenuh tenaga untuk memburu dan menerkamnya untuk di jadikan santapan.

Jawaban: C. Kepala sekolah memberikan uang pembinaan dan piala kepada si pintar itu, karena dia telah mendapatkan juara 1 lomba cerdas cermat se provinsi.

Penjelasan:  Jawaban pada pertanyaan kedua ini adalah (C) karena pada kalimat tersebut mengandung kata sifat yang digunakan sebagai pengganti dari nama asli murid.

Kesimpulan

Dari banyak penjelasan diatas, kesimpulannya bahwa majas antonomasia adalah jenis majas yang menyebutkan sesuatu tidak menggunakan nama asli dari benda maupun orang tersebut, melainkan menggunakan kata sifat.

Gaya bahasa atau majas antonomasia termasuk dalam salah satu jenis majas perbandingan. Karena kata sifat yang digunakan dalam majas ini merupakan kata pembanding dari suatu benda.

Selain majas antonomasia masih banyak lagi jenis-jenis majas yang dapat kita pelajari seperti majas hiperbola, majas sinestesia, majas alusio, majas metafora, majas litotes, dll.

Sekian pembahasan tentang majas antonomasia ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua dan dapat membantu kegiatan belajar kalian.

Kami mohon maaf apabila ada kesalahan kata dalam penulisan artikel ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian dan jangan lupa share artikel ini ke sahabat yang lainnya ya. “Terimakasih”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.